5 Pertanyaan Reference Check Manager yang Wajib Ditanyakan Sebelum Hiring

Dalam proses rekrutmen level manager, reference check menjadi salah satu tahapan penting dalam background screening untuk membantu perusahaan memverifikasi pengalaman, kepemimpinan, dan integritas kandidat sebelum keputusan hiring dibuat.

Sayangnya, masih banyak perusahaan menjalankan reference check hanya sebagai pelengkap administrasi. Akibatnya, informasi penting mengenai gaya kepemimpinan dan rekam jejak kandidat sering kali tidak terungkap sebelum kandidat bergabung.

Sebagai bagian dari proses background screening dan employee verification, reference check yang dilakukan dengan pertanyaan yang tepat mampu memberikan gambaran yang jauh lebih objektif mengenai kualitas seorang calon manager.

Baca juga: Background Check vs Background Screening: Apa Bedanya? Panduan Lengkap untuk HR di Indonesia

Pro Tip dari Tim MEVIS

Untuk level manager ke atas, selalu hubungi mantan atasan langsung, yaitu direktur atau VP, bukan hanya HRD. Dan kalau bisa, hubungi juga satu mantan bawahan. Anda akan mendapat perspektif yang sangat berbeda tentang gaya kepemimpinan kandidat yang sebenarnya.

Pertanyaan Reference Check 1: Bagaimana Kandidat Membangun dan Mengembangkan Tim

  • Pertanyaan 1: "Bagaimana cara [nama kandidat] membangun dan mengembangkan tim yang dia pimpin?"

Fungsi: Pertanyaan reference check ini menggali apakah kandidat adalah tipe yang hanya "manage task" atau benar-benar develop people. Minta contoh spesifik: apakah ada anggota timnya yang dipromosikan berkat bimbingan dia? Atau justru banyak yang resign? Pola di sini sangat mengungkap.

Baca juga : 46% Karyawan Baru Gagal dalam 18 Bulan Pertama: Ini Penyebabnya yang Jarang Disadari HR

Jawaban yang baik akan menyebutkan nama-nama spesifik anggota tim yang berkembang, inisiatif pengembangan yang konkret, dan pengakuan bahwa membangun orang adalah bagian penting dari peran manajerial.

Dalam reference check, jawaban yang perlu diwaspadai adalah yang sangat generik ("dia manager yang baik dan supportive"), yang tidak bisa menyebutkan satu pun contoh konkret tentang anggota tim yang berkembang, atau yang mengalihkan fokus ke pencapaian target tanpa menyebut sama sekali tentang pengembangan tim.

Reference check akan jauh lebih bernilai ketika HR menanyakan apakah tim kandidat berkembang selama masa kepemimpinannya, bukan sekadar menanyakan apakah ia pemimpin yang baik.

Pertanyaan Reference Check 2: Cara Kandidat Menyampaikan Masalah Kepada Atasan

  • Pertanyaan 2: "Ketika ada masalah atau masukan dari timnya, bagaimana cara [nama kandidat] menyampaikannya kepada Anda sebagai atasan?"

Fungsi: Ini menguji kemampuan komunikasi ke atas, skill yang paling krusial untuk level manager. Apakah dia berani menyampaikan bad news tepat waktu? Atau cenderung menyembunyikan masalah sampai terlambat? Manager yang bagus adalah yang membuat atasannya tidak pernah terkejut dengan masalah besar.

Yang diuji bukan apakah kandidat pernah menghadapi masalah, melainkan bagaimana mereka menyampaikan informasi penting kepada atasan secara tepat waktu.

Baca juga: 4 Pola Kebohongan CV yang Paling Sering Ditemukan dalam Background Screening dan Employee Verification.

Informasi kandidat yang tidak diverifikasi sejak awal sering menjadi penyebab kesalahan keputusan rekrutmen.

Pertanyaan ini juga mengungkap kemampuan kandidat untuk membingkai masalah sebagai peluang solusi, bukan hanya laporan kegagalan. Manager terbaik datang ke atasan dengan masalah dan setidaknya dua opsi solusi yang sudah dipertimbangkan.

Jawaban yang perlu diwaspadai adalah referensi yang kesulitan mengingat satu pun momen di mana kandidat menyampaikan masalah secara proaktif. Atau yang menggambarkan kandidat sebagai seseorang yang selalu menunggu ditanya sebelum melaporkan perkembangan.

Pertanyaan Reference Check 3: Cara Kandidat Mengambil Keputusan Strategis

  • Pertanyaan 3: "Bagaimana [nama kandidat] mengambil keputusan ketika harus memilih antara kepentingan tim dan target perusahaan?"

Fungsi: Manager yang baik bisa menyeimbangkan keduanya. Pertanyaan ini mengungkap apakah kandidat adalah tipe people-first, result-first, atau bisa navigate keduanya dengan bijak. Minta contoh situasi nyata karena jawaban abstrak tidak berguna.

Ini adalah pertanyaan yang tidak memiliki jawaban "benar" yang tunggal, dan itulah yang membuatnya berguna. Yang penting bukan keputusan apa yang diambil, tapi bagaimana proses pengambilan keputusannya dan bagaimana kandidat mengomunikasikan keputusan tersebut kepada semua pihak yang terlibat.

Manager yang selalu memilih kepentingan tim di atas target perusahaan berisiko tidak bisa mendelivery hasil. Manager yang selalu mengorbankan tim untuk target berisiko menghasilkan lingkungan kerja yang tidak sehat dan turnover yang tinggi. Yang kita cari adalah seseorang yang memahami bahwa keduanya tidak selalu harus bertentangan dan tahu kapan harus mendahulukan yang mana.

Referensi yang tidak bisa memberikan satu pun contoh konkret mungkin tidak cukup mengenal cara kerja kandidat, atau kandidat belum pernah dihadapkan pada situasi yang cukup menantang dalam perannya sebelumnya.

Pelajari juga: 7 Tanda CV Palsu yang sering Lolos dari HR dan Cara Mendeteksinya.

Pertanyaan Reference Check 4: Cara Kandidat Menyelesaikan Konflik Tim

  • Pertanyaan 4: "Pernahkah [nama kandidat] menangani konflik di dalam timnya? Bagaimana pendekatannya?"

Fungsi: Konflik di tim itu pasti ada. Yang membedakan manager bagus dan buruk adalah cara menanganinya. Perhatikan: apakah dia menyelesaikan langsung atau membiarkan berlarut? Apakah fair ke semua pihak? Apakah ada cerita konkret yang bisa diceritakan oleh referensi?

Pertanyaan ini sengaja tidak meminta jawaban tentang apakah kandidat "pandai menangani konflik" secara umum, tapi meminta cerita spesifik tentang bagaimana konflik yang nyata ditangani.

Referensi yang tidak bisa menyebutkan satu pun contoh konflik yang pernah ditangani kandidat mungkin memberikan sinyal bahwa kandidat menghindari konflik alih-alih mengelolanya. Manager yang menghindari konflik sebenarnya tidak menghilangkan konflik, hanya menundanya sampai menjadi lebih besar.

Yang positif adalah referensi yang bisa menceritakan bagaimana kandidat mendekati pihak-pihak yang berkonflik secara individual, mendengarkan perspektif masing-masing, dan mengarahkan pada resolusi yang bisa diterima semua pihak. Yang negatif adalah pola di mana konflik dibiarkan berlarut karena kandidat tidak nyaman menghadapinya secara langsung.

Pertanyaan Reference Check 5: Apakah Kandidat Sudah Berpikir Strategis

  • Pertanyaan 5: "Menurut Anda, apakah [nama kandidat] sudah mampu berpikir dan bertindak secara strategis, bukan hanya menjalankan arahan?"

Fungsi: Ini membedakan manager yang hanya eksekutor dari yang sudah siap naik level. Perhatikan jawabannya: apakah ada contoh kandidat pernah mengusulkan inisiatif baru, mengubah cara kerja tim, atau mengambil keputusan yang berdampak ke departemen lain? Kalau jawabannya cuma "menjalankan tugas dengan baik," itu sinyal bahwa kandidat belum di level strategis.

Ini adalah pertanyaan yang paling mendalam dari lima yang ada, dan jawabannya paling membedakan manager yang sudah matang dari yang masih dalam proses berkembang. Bukan tentang apakah kandidat bagus dalam perannya saat ini, tapi apakah mereka sudah siap untuk peran yang lebih besar yang sedang Anda tawarkan.

Yang positif adalah referensi yang bisa menyebutkan inisiatif konkret yang diusulkan dan dieksekusi oleh kandidat tanpa diminta, perubahan yang dibuat pada cara kerja tim yang berdampak positif, atau keputusan yang diambil sendiri yang memberikan dampak melampaui tim langsung.

Yang perlu diwaspadai adalah referensi yang hanya bisa berbicara tentang betapa konsistennya kandidat dalam menjalankan tugas yang diberikan, tanpa satu pun contoh inisiatif yang datang dari kandidat sendiri. Ini bukan tanda bahwa kandidat buruk, tapi mungkin tanda bahwa mereka belum siap untuk peran kepemimpinan yang mensyaratkan otonomi strategis.

Cara Memaksimalkan Hasil dari 5 Pertanyaan Ini

Ada beberapa prinsip tambahan yang membuat reference check dengan lima pertanyaan ini jauh lebih efektif.

Pertama, hubungi referensi secara independen. Baca juga: Berapa Biaya Background Check Karyawan di Indonesia? Panduan Lengkap 2026.Jangan hanya menggunakan nomor kontak yang diberikan kandidat. Cari nomor kantor atau kontak resmi referensi melalui sumber yang bisa dikonfirmasi secara independen. Ini memastikan Anda benar-benar berbicara dengan orang yang diklaim kandidat, bukan seseorang yang disiapkan untuk berperan.

Kedua, minta cerita konkret, bukan penilaian umum. Untuk setiap pertanyaan, dorong referensi untuk memberikan contoh situasi nyata. "Bisa ceritakan satu contoh spesifik?" adalah follow-up yang paling berguna setelah jawaban yang terlalu umum.

Ketiga, dengarkan yang tidak dikatakan. Ketika referensi menghindari menjawab pertanyaan tertentu, mengalihkan ke topik lain, atau memberikan jawaban yang sangat diplomatis tanpa substansi, itu sendiri adalah informasi. Referensi yang benar-benar positif tentang kandidat biasanya tidak kesulitan memberikan contoh konkret.

Keempat, dokumentasikan setiap jawaban secara ringkas segera setelah percakapan. Memori kita tentang nuansa percakapan memudar cepat. Catatan yang dibuat sesegera mungkin jauh lebih akurat dan berguna sebagai bahan diskusi dengan hiring manager.

Tujuan Akhir yang Perlu Selalu Diingat

Tujuan dari reference check atau verifikasi referensi kerja yang baik bukan mencari kandidat yang sempurna. Tidak ada yang sempurna. Tujuannya adalah memastikan kita tidak salah memilih. Dan yang tidak kalah pentingnya, reference check atau verifikasi referensi kerja yang baik membantu kita tahu apa yang perlu dikembangkan dari kandidat yang kita terima, sehingga onboarding dan pengembangan bisa lebih terarah.

Reference check atau verifikasi referensi kerja yang baik adalah keputusan hire yang lebih percaya diri. Dan keputusan hire yang lebih percaya diri adalah tim yang lebih kuat.

Pelajari juga: UU PDP dan Background Check: Panduan Kepatuhan untuk HR dan Proses Rekrutmen

Jika Perusahaan Anda ingin menjalankan reference check secara lebih objektif dan terdokumentasi, MEVIS dapat membantu.

Melalui layanan background screening dan employee verification, MEVIS memverifikasi referensi profesional, riwayat pekerjaan, dan informasi kandidat sebelum keputusan hiring dibuat.

Menurut Leadership IQ, sekitar 89% kegagalan karyawan baru bukan disebabkan oleh kemampuan teknis, melainkan karakter, kemampuan interpersonal, dan sikap kerja. Karena itu, reference check menjadi salah satu tahapan penting dalam background screening untuk membantu perusahaan memahami kualitas kepemimpinan kandidat sebelum proses rekrutmen selesai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan:

  • Apakah 5 pertanyaan ini cukup untuk semua jenis posisi manajerial?

Lima pertanyaan ini adalah kerangka dasar yang berlaku luas. Untuk posisi dengan konteks yang sangat spesifik, misalnya manajer di industri keuangan atau manajer yang memimpin tim teknis, ada pertanyaan tambahan yang bisa disesuaikan dengan konteks tersebut. Tapi lima pertanyaan ini sudah memberikan gambaran tentang dimensi kepemimpinan yang paling universal dan paling sering menjadi faktor kegagalan atau kesuksesan manajer baru.

  • Bagaimana jika referensi tidak mau memberikan informasi yang spesifik karena kebijakan perusahaannya?

Ini umum terjadi. Dalam situasi seperti ini, perhatikan apa yang bisa dikatakan dan bagaimana cara mengatakannya. Referensi yang tidak bisa menjawab satu pun dari lima pertanyaan dengan substansi yang berarti adalah informasi itu sendiri. Anda juga bisa mencoba menghubungi referensi alternatif yang tidak masuk dalam daftar resmi kandidat, seperti mantan kolega yang bisa ditemukan secara independen.

  • Apakah ada template lengkap dari pertanyaan-pertanyaan ini yang bisa langsung digunakan?

Ya. E-book gratis MEVIS "Jangan Rekrut Orang Asing" menyertakan template reference check untuk kandidat level manager yang bisa langsung digunakan. Kirim WhatsApp ke 0812-1268-0072 dan tim MEVIS akan mengirimkan e-book-nya langsung.

  • Apakah MEVIS bisa membantu menjalankan reference check sebagai bagian dari layanan background screening?

Ya. Verifikasi referensi profesional, termasuk wawancara terstruktur dengan atasan dan rekan kerja terdahulu, merupakan bagian dari layanan background screening MEVIS. MEVIS membantu perusahaan menjalankan reference check, background screening, employee verification, verifikasi riwayat kerja, dan verifikasi pendidikan secara independen sehingga keputusan hiring menjadi lebih akurat.

Referensi

SHRM - Reference Check Best Practices for Managerial Roles: https://www.shrm.org

Leadership IQ - Why New Hires Fail Study: https://www.leadershipiq.com

HireRight 2024 Employment Screening Benchmark Report: https://www.hireright.com/resources/view/2024-hireright-employment-screening-benchmark-report

ISO 30405:2016 - Human Resource Management: Recruitment Guidelines: https://www.iso.org/standard/64149.html

ACFE - Occupational Fraud and the Role of Internal Controls: https://www.acfe.com

MEVIS - Background Screening Indonesia: https://mevisindo.com

Mau Rekrut Lebih Percaya Diri?

Dapatkan E-Book Gratis: "Jangan Rekrut Orang Asing"

Panduan praktis background screening, reference check, dan employee verification untuk membantu HR mengambil keputusan rekrutmen yang lebih akurat.

Kirim WhatsApp ke: 0812-1268-0072

Tim MEVIS akan kirimkan e-book langsung ke kamu. Gratis. Tanpa komitmen.

Atau kunjungi: mevisindo.com | Mulai screening dari Rp100.000 per kandidat